|
Semua orang di dunia ini pasti mengimpikan sukses dalam hidupnya. Tak peduli apa pun yang dikerjakan oleh seseorang, sukses adalah tujuan utama. Bisa jadi itu soal mengurangi berat badan atau dalam karier. Dan langkah pertama meraih sukses adalah menetapkan tujuan yang jelas. Banyak orang mengerjakan sesuatu tapi tak mendapat kesuksesan hanya karena tujuan yang kurang jelas. Banyak orang tak merancang tujuan karena mereka bahkan tak punya gagasan dari mana harus memulainya. Jika Anda termasuk yang seperti ini, berikut beberapa tips yang akan dapat membantu Anda untuk menemukan dari mana harus memulai merancang tujuan. Mulai Dengan Bermimpi dan Menuliskan Impian AndaYang pertama, jika Anda ingin merancang tujuan, Anda mesti meluangkan waktu untuk membangun impian. Jika Anda tak punya impian, akan sulit untuk menentukan tujuan dalam hidup Anda. Sayangnya, kebanyakan orang jadi kehilangan kemampuan untuk bermimpi tentang apa yang paling diinginkan dan membangun motivasi untuk pencapaian. Jadi, untuk memulainya, luangkan waktu untuk bermimpi tentang apa yang paling Anda inginkan, Anda ingin seperti apa, atau bahkan tentang apa yang ingin Anda miliki. Begitu Anda menemukan impian Anda, selanjutnya tuliskan semuanya dalam kertas. Tanya 'Kenapa?'Setelah Anda menuliskan semua impian Anda, baca sekali lagi apa yang telah Anda tulis. Saat membacanya kembali, berhentilah pada tiap-tiap impian dan tanyakan 'kenapa Anda mengimpikannya?'. Kenapa impian ini penting buat Anda? Jika Anda tak dapat menjawabnya dalam beberapa kalimat, kemungkinan itu bukan hal yang benar-benar Anda impikan, dan akhirnya harus Anda coret dari daftar. Benarkan Ini Tujuan Anda?Banyak orang yang sebenarnya punya impian yang dibentuk oleh orang lain. Jadi penting untuk menemukan apa benar apa yang ingin Anda capai adalah tujuan Anda atau tujuan orang lain. Saat merancang tujuan, jika ternyata impian dan tujuan itu bukan yang Anda inginkan, coret saja dari daftar. Temukan Bagaimana Tujuan Ini Akan Mempengaruhi Kehidupan AndaSetelah Anda membuat daftar yang benar tentang impian Anda, lihat kembali apa yang tertinggal. Masukkan impian yang tertinggal ini ke dalam daftar dan pikirkan bagaimana ini akan membawa pengaruh dalam hidup Anda. Apakah mencapai tujuan ini akan membuat Anda lebih bahagia daripada sekarang? Akankah memperbaiki rasa aman dan hubungan Anda dengan orang lain? Apa akan berpengaruh pada keuangan Anda secara positif? Jika ternyata impian ini tak membawa pengaruh positif dalam kehidupan Anda, mungkin seharusnya dikesampingkan. Jika Anda menemukan pencapaian Anda akan membawa pengaruh positif dalam kehidupan Anda, sebaiknya memiliki motivasi untuk mengejar dan mencapai semua tujuan ini. Kategorikan Impian AndaSekarang persempit lagi daftar untuk menemukan tujuan sejati, bukan hanya keinginan atau angan-angan Anda. Pada titik ini Anda perlu mengkategorikan tujuan ke dalam berbagai golongan, tergantung dari seberapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk mencapainya. Anda akan memiliki tujuan jangka panjang yang membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk mencapainya, tujuan jangka pendek yang butuh waktu sebulan atau lebih untuk meraihnya, dan tujuan yang bisa tercapai sewaktu-waktu dari jangka waktu sebulan hingga setahun. Tapi ingat, Anda harus punya tujuan besar, dan pastikan memiliki tujuan dalam setiap kategori sehingga bisa secara terus-menerus berupaya meraih tujuan itu dalam kehidupan Anda. Rencanakan Bagaimana Cara MeraihnyaSetelah Anda membangun tujuan Anda, kini Anda perlu membuat rencana bagaimana akan mencapainya. Anda harus selalu berusaha mewujudkan tujuan Anda, bahkan jika itu hanya butuh sebuah langkah kecil untuk mencapainya. Pastikan tidak berlebihan dalam mengupayakan mewujudkannya. Sesekali dibutuhkan manajemen dan motivasi sebagai bagian rencana Anda dan untuk melengkapi tugas ini, tapi itu pasti akan jadi usaha yang berharga. Buat grafik pencapaian untuk membantu Anda mencapai tujuan, dan saat Anda sudah mencapainya beri tanda dalam grafik tersebut. Kelihatannya begitu mudah untuk melaksanakan semua tips di atas, tapi yang terpenting dari segalanya hanya tindakan yang akan membawa hasil buat kita. Selamat Mencoba! Mencuri Hati Si Boss Siapa sih yang tak ingin dikenal atasan? Tak bisa dipungkiri menjaga hubungan baik dengan atasan bisa menjadi wild card Anda untuk mencapai jenjang karir yang diinginkan. Karena itu untuk menjalin kedekatan dengan si bos, Anda perlu mencuri hatinya terlebih dulu. Begini caranya. Datang ke kantor lebih awal. Datang ke kantor tepat waktu itu biasa. Jika Anda melakukan ini, Anda sama saja dengan rekan-rekan yang lain. Kalau Anda ingin merebut perhatian si bos, jadilah orang pertama yang datang ke kantor. Setidaknya datanglah 30 menit lebih awal. Sehingga wajah Anda lah yang pertama kali terlihat oleh si bos di kantor. Jaga citra baik atasan. Bila atasan Anda memiliki kesan baik di mata publik, Anda pun akan dinilai baik. Jadi, usahakan untuk selalu menjaga citra atasan. Anda bisa memulainya dengan tidak membicarakan kekurangan atasan Anda di sembarang tempat. Hati-hati lho, tembok juga punya telinga. Jangan sampai keluhan Anda tentang si bos didengar orang lain. Calm down. Pribadi yang tenang, stabil, dan tak emosional selalu punya nilai lebih di mata atasan. Pasalnya, saat menghadapi masalah serumit apa pun, Anda bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin. Bila Anda tetap under control kala menghadapi masalah, tentu Anda bisa menyelesaikan setiap persoalan dengan cara paling baik. Sehingga, atasan akan melihat Anda sebagai karyawan yang bisa diandalkan dan tak takut menghadapi krisis. Bersikap tegas. Bila selama ini Anda memelihara sikap "tak enakan" dengan rekan kerja, mulai sekarang kurangi sikap tersebut. Belajarlah bersikap lebih tegas dalam mengambil keputusan. Apalagi, bila Anda diberi kepercayaan oleh atasan untuk memimpin sebuah proyek. Anda akan dituntut untuk berpikir cepat dan cekatan. Sikap "tak enakan" akan membuat Anda ragu-ragu dan lambat membuat keputusan. Ini tentu akan berdampak negatif pada performa kerja Anda. Perluas pengetahuan. Kalau Anda terlihat cerdas dan tahu banyak hal, tentu atasan takkan segan mengandalkan Anda dalam beberapa proyek. Rajinlah meng-upgrade keahlian kerja Anda dan menjadi orang yang update tentang berbagai informasi baru. Sehingga Anda menjadi orang yang akan ditanya ketika bos membutuhkan informasi. Tidak perhitungan. Setiap orang di kantor Anda memang sudah memiliki job desk masing-masing. Tetapi, tak menutup kemungkinan Anda akan mendapat tugas tambahan dari atasan. Nah, bila ini terjadi, sebaiknya Anda jangan langsung menolak tugas tersebut. Terima saja, meski proyek tersebut mungkin dianggap kurang penting oleh orang lain. Anggap saja Anda sedang mempelajari hal baru. Jadi, tak perlu terlalu perhitungan dengan tenaga yang Anda keluarkan untuk kantor. Percaya deh, atasan Anda takkan mendelegasikan tugas tanpa alasan. Siapa tahu, si bos justru sedang mengetes kesiapan Anda dalam menerima tanggung jawab baru. Komunikatif. Pada saat rapat, usahakan untuk tidak sekadar menjadi peserta, tetapi jadilah orang yang selalu mengungkapkan segala ide. Untuk itu memang diperlukan penguasaan teknik public speaking untuk menyampaikan ide dan gagasan yang Anda miliki. Setiap atasan akan senang dengan karyawan yang pandai berkomunikasi dan menyampaikan idenya secara jelas. Karena, pada dasarnya kemampuan Anda dalam menguasai suatu hal akan terlihat dari cara Anda berbicara. Jeli melihat masalah. Setiap proyek tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Sebelum evaluasi bersama atasan, ada baiknya Anda mengevaluasi dulu apa yang menjadi kekurangan proyek tersebut. Setelah itu, cobalah untuk menyiapkan solusinya. Tak perlu takut salah, kesiapan Anda pada saat evaluasi justru akan dihargai oleh atasan. Anda akan dinilai peka dan peduli terhadap masalah perusahaan. Jangan heran kalau setelah ini, si bos akan sering-sering memanggil Anda. 8 Jurus Berburu Kerja Di Eropa Anda mungkin pernah berpikir untuk bekerja di luar negeri seperti Australia, Singapura, Amerika, atau Kanada. Mengapa tidak mencoba ke Eropa? Hal pertama yang perlu Anda jadikan modal adalah percaya diri dengan asal-usul Anda. Pendidikan dan pengetahuan "made in Indonesia" cukup untuk bersaing di dunia bisnis Eropa. Percaya diri ketika berhadapan dengan rekan kerja di Eropa adalah kunci sukses terbesar Anda.
Kemukakan pendapat Anda secara lugas dan jujur. Jika tidak setuju, katakan tidak, dan jelaskan mengapa Anda tidak setuju. Jika setuju, jelaskan juga mengapa Anda setuju, jadi orang lain tahu kalau Anda tidak sekadar mengekor. Jangan menerapkan pola "yes man", selalu setuju apa kata bos Anda. Orang yang mampu membuat keputusan dan bertanggung jawab atas keputusannya lah yang lebih dicari. Ingat, Anda berada di negara itu untuk bekerja. Jadi tunjukkan kalau Anda adalah pekerja profesional dan bisa diandalkan. Berikut adalah 8 jurus ampuh untuk meningkatkan daya saing Anda: Kuasai bahasa. Kursus bahasa asing memang sangat bermanfaat. Namun jangan lupa, native speaker yang kita kenal di tempat kursus bahasa biasanya memakai bahasa yang standar dan jelas artikulasinya. Sementara di negara asalnya, banyak yang menggunakan dialek, idiom sehari-hari yang tidak kita dapat di ruang kelas, artikulasi yang tidak jelas, dan berbicara terlalu cepat. Karena itu, banyak-banyak lah ngobrol dengan orang-orang di sekitar Anda. Jadikan juga TV, radio, media cetak sebagai sumber Anda belajar. Jika Anda mengerti wawancara reporter TV dengan seorang pejalan kaki, itu berarti Anda telah berhasil dengan bahasa Anda. Kenali negaranya. Pengetahuan umum tentang negara yang akan Anda tinggali selalu bermanfaat untuk small talks dengan rekan kerja. Jangan sampai ketika diwawancara kerja, Anda tidak tahu apakah pemimpin negara tersebut seorang raja, ratu, presiden, atau perdana menteri. Yang penting lagi, kenali sarana transportasinya. Semakin besar kotanya, semakin kecil kemungkinan Anda naik mobil ke kantor. Kalau Anda sudah berangan-angan, tiap hari ke kantor dengan taksi, lupakan saja ide tersebut. Bisa-bisa baru dua minggu bekerja, gaji sebulan Anda sudah habis. Lacak situasi perusahaan. Dari internet, majalah bisnis, atau sumber lain, cari tahu seluk-beluk perusahaan yang Anda tuju. Apakah itu perusahaan besar yang banyak birokrasinya, atau perusahaan kecil yang dinamis. Apakah perusahaan itu baru memecat ribuan pekerjanya atau selalu stabil alias sehat? Cari tahu, apa saja produk perusahaan itu, berikut anak perusahaan atau sister companies. Pekerja yang tahu perusahaan tempatnya bekerja selalu lebih dihargai daripada pekerja yang hanya tahu isi mejanya. Jangan khawatirkan suhu. Suhu udara di Eropa sangat tidak merata. Tidak semua negara Eropa pernah mencapai suhu minus. Lebih serunya lagi, tidak semua tempat di satu negara mempunyai cuaca yang sama. Yang sering terjadi adalah micro-climate, cuaca yang khas hanya di satu area saja. Jadi, cek di internet suhu kota yang Anda incar. Namun karena di Eropa hujan biasanya disertai angin kencang, sebaiknya Anda punya jas hujan ketimbang payung. Kebalikannya, musim panas di Eropa biasanya ekstrem panas dan kering. Di beberapa tempat bahkan lebih dari 40°C. Beres-beres administrasi. Biasanya perusahaan mengurus semua dokumen kerja Anda. Meski begitu, jangan menganggap remeh urusan satu ini. Asuransi kesehatan, kecelakaan di dalam dan di luar kerja, jiwa sangat penting di Eropa. Perhatikan benar bahwa perusahaan Anda yang membayar semua itu. Tidak lupa, pastikan perusahaan membayar pajak penghasilan Anda, yang dapat mencapai 40% dari gaji Anda. Siap melayani. Bagi Anda yang sering dimanjakan oleh kehadiran office boy atau office girl, di Eropa semuanya harus dikerjakan sendiri. Butuh fotokopi, memasukkan dokumen ke dalam file, membuat kopi, silakan Anda lakukan sendiri. Jangan heran kalau copy room atau pantry menjadi tempat small talks dengan big boss (yang kalau Anda jeli, dapat menjadi celah untuk kenaikan karir Anda). Bergaul dong. Bergaul dengan rekan kerja adalah salah satu kunci keberhasilan di kantor. Seperti banyak orang Indonesia yang tidak tahu Eropa sebenarnya, banyak sekali orang Eropa tidak tahu Asia. Untuk itu bergaul dan berteman dengan rekan kerja sangat disarankan sehingga kesalahpahaman akibat perbedaan budaya dapat diluruskan. Hasil positifnya, dapat dinikmati di pekerjaan kita. Fun juga perlu. Penat lima hari bekerja, inginnya juga diimbangi dengan kegiatan yang menghibur. Untuk itu, Eropa tempatnya. Sejak dibentuknya Uni Eropa, Anda dapat bepergian keliling Eropa hanya dengan satu visa. Jaringan kereta api yang rapi membuat semuanya menjadi mungkin. Jarak yang dekat antarnegara juga membuat semuanya mudah. Cerdas Memasarkan Bisnis Online Karena Anda masih berstatus karyawan di sebuah perusahaan, Anda ingin mencoba membangun usaha sampingan melalui internet. Anda yakin sistem bisnis seperti ini akan cukup berhasil, toh Anda sendiri kerap bertransaksi secara online. Contohnya saat membeli tiket pesawat, membeli ponsel atau peralatan elektronik lain, bahkan memesan cake pun Anda lakukan melalui situs yang disediakan. Ada alasan mengapa Anda harus mulai melirik bisnis online saat ini. "Saya melihat ada potensi besar di situ. Bayangkan, ada 50 juta internet user di Indoensia. Jumlah orang yang bergaji Rp 3 juta ke atas ada sekitar 50%, dan yang bergaji Rp 7 juta sekitar 20%. Sedangkan tiak semua orang yang nonton TV adalah potential user," demikian ungkap Iim Fahima, pendiri dan direktur Virus Communication, sebuah bisnis jasa konsultasi marketing dan komunikasi online, dalam seminar Sukses Wirausaha yang diselenggarakan majalah Femina di Balai Kartini, Sabtu (18/4). Keuntungan yang kita dapatkan dengan berbisnis secara online antara lain: 1. Menghemat biaya, karena kita tidak perlu mengeluarkan biaya sewa tempat, biaya perawatan, dan operasional toko. 2. Dapat memanfaatkan forum, blog, atau situs jejaring sosial untuk membangun awareness produk kita lebih cepat, dengan biaya yang jauh lebih ekonomis. 3. Dapat menjangkau calon pembeli di kota lain. Namun mekanisme ini tentu juga menuntut konsekuensi strategi komunikasi yang cerdas, konsisten, dan action yang tepat. Yang membuat seseorang mau membeli produk kita di online adalah kepercayaan. Untuk membangun kepercayaan calon pembeli, Anda harus membawa identitas yang konsisten. Berikan informasi yang jelas, seperti apa dan siapa Anda, cantumkan email, nomor telepon, berikut alamat lengkap (bila perlu, cantumkan foto Anda). Untuk menambah poin plus, sediakan kolom untuk testimoni pelanggan. Untuk mulai membangun bisnis online, Anda harus melakukan riset untuk memahami insight konsumen online secara general, dan memahami insight target audience Anda. Insight mengenai target audience misalnya: 1. Pembeli fashion untuk dipakai sendiri cenderung ingin melihat dan mencoba dulu sebelum membeli. Berikan fasilitas "lihat dulu-kalo cocok beli", dan kenakan biaya antar-tunggu. 2. Pembeli buku cenderung membeli buku yang serupa. Kirimkan informasi via email ke pembeli setiap ada buku serupa yang terbit. 3. Orang yang membeli bunga atau kado, biasanya selalu memerlukan bungkus yang cantik dan kartu ucapan. Berikan bungkus cantik, kartu ucapan gratis (berikut pilihan kata-katanya) yang bisa dilihat di online. Lalu apa yang dicari dan dibutuhkan orang? Anda bisa mengetahuinya dengan cara: 1. Ketikkan "google adwords" pada mesin pencari Anda, atau langsung mengetik adwords.google.com pada URL. 2. Klik pada pilihan [Keyword Tool]. Klik pada pilihan [Descriptive words or phrases] di sebelah kiri, lalu ketik kata kunci yang Anda inginkan, misalnya "fashion". Lalu klik [Get Keyword Ideas]. 3. Anda akan melihat berapa banyak jumlah orang yang mencari produk "fashion" melalui Google. 4. Lakukan hal ini dengan kata kunci yang lebih spesifik, misalnya "busana muslimah". Lihat hasilnya. Mekanisme pembelian dan pembayaran Iim juga memberikan sejumlah tip penting seputar cara membangun dan memasarkan bisnis online. Yang pertama, "Hiduplah dengan online behaviour, karena bisnis dimana pun menuntut perilaku sesuai bidang yang kita pilih," ujar perempuan berusia 31 tahun ini. Ini tip yang lain: 1. Berikan respons yang cepat. Online adalah medium yang dinamis, karena itu berikan respons saat itu juga terhadap pembelian, pertanyaan, hingga komplain konsumen. Untuk dapat memberikan respons yang cepat, tentunya Anda harus selalu memonitor website Anda setiap detik. 2. Buat proses pembelian yang sederhana. Dalam online, semakin sederhana prosesnya, semakin besar kemungkinan terjadinya pembelian. Tidak perlu mengharuskan calon pembeli menjadi member, menyebutkan nomor KTP dan nomor kartu kredit (tidak semua orang yang sedang menghadapi komputer membawa kartu kredit, bukan?). Apalagi memakai sistem cart seperti di website asing. 3. Cara membayar yang mudah. Di Indonesia, cara yang paling familiar bagi kita adalah membayar saat barang diterima (cash on delivery), atau transfer melalui bank. Minta pembeli mengirimkan bukti transfer sebelum mengirimkan barang. Meminta pembeli membayar melalui kartu kredit atau Paypal hanya akan merepotkan Anda. 4. Berikan sesuai janji. Dalam hal pengiriman barang, misalnya, barang yang dikirim harus sesuai yang diperlihatkan di website, dan mengirim tepat waktu. Sekali Anda mengirim barang sesuai janji, selanjutnya konsumen akan datang membeli lagi (bahkan sambil mengajak teman yang lain). Dalam bisnis online, selalu ada kemungkinan pembeli yang tidak membayar, atau coba-coba menipu. Namun bagi Iim, hal ini tak perlu diresahkan. "Sebagai entrepreneur, kita harus berani mengambil risiko. Mungkin ada juga yang tidak mau membayar, namun tidak banyak kok jumlahnya. Anda juga bisa memberikan fasilitas 'lihat barang dulu, kalau tidak cocok boleh dikembalikan'. Berapa sih, paling Rp 20.000,- (ongkos kirimnya)," jelas finalis International Young Creative Entrepreneur of the Year 2008 yang diselenggarakan British Council ini. Pendek kata, semua orang bisa mulai berbisnis via online. Manfaatkan fasilitas gratis seperti Facebook untuk melakukan promosi secara cepat tanpa tambahan biaya! |